Jalan Kanopi, 1: Awal Mula Mimpi Adin


 

Episode 1: Awal Mula Mimpi Adin

Hari ini adalah hari pertama yang penuh harapan bagi Adin. Sejak pagi, dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai usaha jasa pemasangan kanopi. Meskipun rasanya sedikit cemas, namun semangatnya membara. Dia ingat sekali kata-kata Ayahnya beberapa bulan yang lalu, saat Adin bercerita ingin memulai usaha sendiri.

"Adin, kalau kamu ingin sukses, jangan takut untuk memulai dari nol. Ingat, setiap usaha besar dimulai dari langkah kecil."

Adin pun tersenyum mengenang kata-kata itu. Dia mengendarai sepeda motornya menuju tempat pertama yang akan dipasangi kanopi. Sebelum berangkat, dia sempat mampir ke rumah tetangganya, Udin, yang selalu penuh dengan canda dan tawa.

"Udin, lihat nih! Akhirnya aku mulai usaha, nih!" kata Adin penuh semangat.

Udin yang sedang nongkrong di warung kopi langsung menoleh dengan mata yang terbelalak, "Wah, serius nih? Pemasangan kanopi? Gila, bro! Aku pikir kamu bakal jadi influencer kayak anak zaman sekarang."

Adin tertawa, "Influencer? Kamu nonton terlalu banyak TikTok, Udin. Kanopi lebih stabil daripada konten viral!"

Udin tertawa terbahak-bahak, "Oke, oke, semoga sukses, ya! Jangan lupa bawa-bawa kopi kalau jadi kaya!"

Adin melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah pelanggan pertama, Ibu Siti, yang sudah menunggu di depan rumah. Dengan senyum ramah, Ibu Siti menyapa, "Adin, kamu akhirnya datang juga! Semoga pemasangannya lancar, ya."

"Insya Allah, Bu, saya akan lakukan yang terbaik," jawab Adin, meskipun sedikit gugup.

Di sinilah awal mula perjalanan panjang Adin. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia mulai mengukur dan mempersiapkan segala bahan yang diperlukan. Pekerjaan pertama ini adalah tantangan besar baginya, namun dia tahu, setiap langkah yang diambilnya adalah bagian dari impian yang ingin dicapainya.

Saat Adin sedang sibuk bekerja, ponselnya bergetar. Itu adalah pesan dari ibunya.

"Jangan lupa makan siang, Nak. Jangan terlalu capek."

Adin tersenyum dan membalas pesan ibunya. "Iya, Ma, nanti makan siang pasti."

Dalam hatinya, Adin berjanji akan terus berusaha agar usahanya berhasil. Dia tahu, perjalanan ini tidak mudah, tapi dia juga tahu, tak ada usaha yang sia-sia jika dilakukan dengan tekad yang kuat.

Pekerjaan pertama selesai dengan hasil yang memuaskan. Ibu Siti pun sangat senang dan memberikan pujian.

"Adin, saya suka sekali dengan kanopinya! Terima kasih ya!"

Adin merasa lega, bahkan lebih lega ketika melihat wajah Ibu Siti yang begitu bahagia. Sebuah langkah kecil, namun berarti besar bagi perjalanan usahanya.

Malam hari, saat dia duduk di teras rumah, memandangi kanopi yang baru saja dipasang, Adin berbicara pada dirinya sendiri, "Ini baru permulaan. Semoga besok bisa lebih baik."

Episode 1 selesai, tapi perjalanan Adin baru saja dimulai.

 

Komentar