Jalan Kanopi, 2: Menyusun Langkah-Langkah Baru
Episode 2: Menyusun Langkah-Langkah Baru
Keesokan harinya, Adin bangun pagi dengan semangat yang lebih besar. Setelah bekerja keras pada hari pertama, dia merasa lebih percaya diri untuk melangkah lebih jauh. Namun, di balik semangatnya, ada banyak hal yang masih harus dipelajari. Bisnis pemasangan kanopi, meskipun terlihat sederhana, ternyata memiliki banyak aspek teknis dan administrasi yang harus dikuasai.
Setelah sarapan pagi, Adin duduk di meja kerja dengan laptop di depannya. Dia mulai mencari informasi tentang pemasok bahan kanopi yang lebih murah tapi tetap berkualitas. Selama ini, dia hanya mengandalkan satu pemasok, tapi sekarang dia perlu mencari alternatif untuk mengurangi biaya.
Ponselnya berbunyi, ada pesan masuk dari teman lamanya, Rina.
"Hai, Adin! Kamu lagi sibuk apa? Eh, bisa nggak bantu aku pasang kanopi di rumah?"
Adin tersenyum membaca pesan itu. "Wah, Rina, kamu juga nih! Baru mulai usaha, udah diminta tolong. Ya, tentu saja aku bantu. Tapi nanti kita bicarakan detilnya, ya?" jawab Adin.
Tak lama kemudian, Rina menelepon. "Jadi, aku mau pasang kanopi di teras rumah. Bisa nggak pasangnya cepat, soalnya minggu depan ada acara keluarga," kata Rina dengan suara ceria.
"Tentu saja bisa, Rina. Aku akan pastikan semuanya selesai sebelum acara kamu. Kita bicarakan dulu desainnya, ya?" jawab Adin.
Rina merasa lega dan sangat antusias. "Oke, aku percayakan semuanya ke kamu, Adin. Semoga lancar ya, semua proyekmu."
Setelah menutup telepon, Adin kembali merenung. Rina adalah teman lama yang selalu mendukungnya, dan ini adalah kesempatan bagus untuk membuktikan bahwa usahanya bukan hanya sekadar coba-coba. Selain itu, Adin merasa beruntung karena bisa mendapatkan proyek dari teman dekat, yang tentu saja bisa menjadi referensi yang bagus.
Namun, ada satu masalah yang belum terselesaikan: biaya. Adin tahu, untuk menjalankan usaha ini dengan lancar, dia harus mencari dana tambahan. Tidak mungkin hanya mengandalkan keuntungan dari pemasangan kanopi pertama untuk terus berkembang. Dia memutuskan untuk mendatangi seorang teman lama yang sudah berpengalaman dalam bisnis, Toni.
Toni sudah lama terjun dalam dunia bisnis konstruksi dan renovasi, jadi Adin merasa Toni bisa memberi banyak masukan. Dengan penuh harapan, Adin menghubungi Toni dan mengundangnya untuk bertemu.
Saat mereka bertemu di kedai kopi yang biasa mereka kunjungi, Toni langsung membuka pembicaraan. "Jadi, Adin, kamu benar-benar serius ya dengan usaha pemasangan kanopi ini?"
"Serius, Toni. Tapi ada banyak yang harus aku pelajari, terutama tentang bahan, biaya, dan pemasaran. Aku butuh masukan dari orang yang lebih berpengalaman," jawab Adin.
Toni mengangguk paham. "Kalau masalah bahan, kamu harus pilih yang terbaik, tapi jangan sampai kejebak dengan harga yang terlalu mahal. Kalau bisa, kerja sama dengan beberapa pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Untuk pemasaran, coba manfaatkan media sosial. Tunjukkan pekerjaan kamu dengan foto-foto hasil pemasangan kanopi yang rapi dan menarik."
Adin mencatat semua yang Toni katakan. "Terima kasih banyak, Toni. Ini sangat membantu sekali."
Toni tersenyum. "Jangan sungkan, bro. Kalau kamu sukses, aku juga ikut senang. Semangat terus ya, dan jangan takut untuk gagal. Yang penting kamu terus belajar dan beradaptasi."
Setelah pertemuan itu, Adin merasa lebih optimis. Masih banyak yang harus dia pelajari dan banyak langkah yang harus diambil, tapi setidaknya dia tahu bahwa dia tidak sendirian dalam perjalanan ini.
Sesampainya di rumah, Adin membuka laptop lagi dan mulai mencari pemasok bahan yang lebih terjangkau, sambil mempersiapkan jadwal untuk proyek Rina. Meskipun banyak tantangan yang menghadang, Adin yakin, dengan kerja keras dan bantuan teman-teman yang peduli, dia bisa mengatasi semuanya.
Malam itu, saat duduk di teras rumah sambil menikmati kopi hangat, Adin kembali berbicara pada dirinya sendiri, "Langkah kecil, tapi semakin jelas tujuan besar. Besok harus lebih baik dari hari ini."
Episode 2 selesai.
Komentar
Posting Komentar