Jalan Kanopi, 7: Persiapan untuk Proyek Besar


 

Episode 7: Persiapan untuk Proyek Besar

Pagi itu, Adin terbangun dengan perasaan campur aduk. Setelah mendapatkan proyek besar di restoran dari Toni, dia merasa semangat, tetapi juga terbebani dengan banyaknya hal yang harus dipersiapkan. Ini adalah kesempatan besar yang bisa mengubah arah usahanya, tapi juga memerlukan persiapan yang matang. Tenggat waktu yang hanya dua minggu membuatnya semakin fokus, tetapi juga sedikit stres.

"Kalau aku nggak siap, semuanya bisa berantakan," pikir Adin sambil menyarungkan bajunya. Dia langsung melirik ponsel dan memeriksa pesan dari Toni yang masuk tadi malam.

"Adin, besok kita mulai persiapan di restoran. Aku sudah atur jadwal material, tinggal nunggu kamu siapkan tenaga kerja."

Adin membalas pesan itu, "Siap, Toni! Aku udah siapin beberapa pekerja, termasuk Anton dan Budi."

Dia pun segera memutuskan untuk mengadakan pertemuan pagi dengan Anton dan Budi di lokasi proyek. Setelah sarapan cepat, Adin langsung menuju ke restoran tempat proyek itu akan dimulai.

Sesampainya di lokasi, Adin langsung bertemu dengan Toni yang sudah menunggu. Toni terlihat lebih santai dan siap menghadapi pekerjaan besar ini. "Oke, Adin, kita mulai dari mana?" tanya Toni.

Adin mulai menjelaskan, "Aku sudah siapkan Anton dan Budi untuk bantu di sini. Kita akan bagi tugas, agar pengerjaannya bisa cepat dan tepat waktu. Aku juga sudah lihat-lihat bahan yang diperlukan, tinggal memastikan semuanya datang sesuai rencana."

Toni mengangguk. "Bagus. Kita memang harus kerja sama dengan baik, dan pastikan kualitas nggak turun meski waktu terbatas. Aku tahu kamu bisa, Adin."

Adin merasa sedikit lega mendengar dukungan Toni, namun dia tahu ini bukan pekerjaan yang bisa dipandang remeh. Setelah beberapa saat mengatur pekerjaan dan membagi tugas antara dirinya, Toni, Anton, dan Budi, mereka mulai merencanakan detail pengerjaan kanopi.

"Untuk kanopi teras, kita bisa mulai dengan struktur utama dulu. Budi, kamu bantu aku dengan pemasangan tiang pertama. Anton, kamu bisa mulai siapkan bahan untuk atap dan pengukuran detailnya," kata Adin sambil memberikan instruksi.

Anton dan Budi segera menyambut instruksi itu dan bekerja dengan penuh semangat. Adin merasa sedikit bangga melihat semangat kerja mereka yang mulai terbentuk. Walaupun mereka masih dalam tahap belajar, mereka sudah mulai menunjukkan hasil yang memuaskan.

Namun, meskipun perasaan Adin sedikit lebih tenang, dia masih teringat akan tantangan besar yang harus dihadapi. Proyek ini harus selesai dalam dua minggu, dan dia tidak bisa berleha-leha. Tidak hanya dari sisi pekerjaan, tetapi dia juga harus mengatur logistik bahan baku, tenaga kerja, dan komunikasi yang lebih intens dengan pihak restoran.

Siang harinya, saat Adin duduk sejenak untuk beristirahat, ponselnya kembali bergetar. Ini adalah pesan dari Rina, salah satu pelanggan yang sudah puas dengan pekerjaan kanopi di rumahnya.

"Adin, aku ada teman yang juga ingin pasang kanopi. Aku kasih referensinya ya. Semoga kamu bisa bantu."

Adin tersenyum membaca pesan itu. "Ini kesempatan bagus. Aku harus bisa jaga hubungan baik dengan pelanggan," pikirnya. Tak lama setelah itu, Adin menghubungi teman Rina dan sepakat untuk melakukan survey lokasi pekerjaan baru.

Namun, meskipun ada peluang baru yang datang, Adin merasa harus tetap fokus pada proyek restoran yang sedang berlangsung. Dia tidak ingin mengecewakan siapa pun, termasuk Toni yang sudah mempercayainya untuk membantu dalam proyek besar ini.

Setelah makan siang, Adin kembali ke lokasi proyek dan memastikan bahwa semuanya berjalan lancar. Anton dan Budi sudah mulai mengerjakan bagian struktural kanopi dengan baik, meskipun ada beberapa koreksi kecil yang harus dilakukan.

"Adin, ada sedikit perbedaan dalam pengukuran tiang, mungkin harus diperbaiki," kata Anton dengan hati-hati.

Adin memeriksa dengan teliti dan mengangguk. "Iya, itu memang agak miring. Jangan khawatir, kita perbaiki sekarang juga. Lebih baik teliti dari awal daripada nanti jadi masalah besar."

Setelah beberapa jam bekerja keras, Adin merasa ada sedikit progres yang memuaskan. Struktur dasar kanopi teras sudah terpasang, dan bahan atap siap untuk dipasang keesokan harinya.

Sore itu, Adin merasa sedikit lebih lega. "Kalau terus seperti ini, kita bisa selesai tepat waktu," gumamnya, meskipun masih ada banyak yang harus dikerjakan.

Namun, di balik kebahagiaan itu, Adin tahu bahwa dia harus memikirkan banyak hal sekaligus. Mulai dari pekerjaan di restoran, hingga peluang pekerjaan baru yang datang dari Rina, yang jika dia kelola dengan baik bisa menambah daftar referensi usaha kanopinya.

Saat matahari mulai terbenam, Adin duduk sejenak di kursi kayu di luar restoran, memandang proyek yang sedang berlangsung. "Aku bisa melewati semua ini. Aku harus terus maju," bisiknya pada dirinya sendiri.

Dengan tekad dan semangat baru, Adin siap menghadapi hari-hari yang lebih padat lagi. Tidak ada jalan yang mudah, tapi dia tahu bahwa semua usaha dan kerja kerasnya akan membuahkan hasil suatu hari nanti.

Episode 7 selesai.

 [Episode 6] - [Episode 7] - [Episode 8]

Komentar